Bagi Hasil Usaha: Harus Benar dan Adil

 

Bayangkan Anda sedang menjalankan usaha bersama mitra. Modal sama-sama ditanam, waktu dan tenaga sama-sama dikorbankan. Tapi, saat hasil usaha dibagikan—ada rasa ganjil. Apakah pembagian ini sudah benar? Sudah adil?

Sebagai pengusaha muslim, tentu kita ingin menjalankan usaha sesuai syariat. Dan Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah: 282 agar mencatat setiap transaksi secara jelas dan adil. Tapi sering kali, kita terlalu percaya pada ingatan… atau sekadar catatan manual.

Pertanyaannya:
Bagi hasil itu dihitung dari omzet? Atau dari profit bersih?

Ini bukan sekadar selisih istilah. Salah memilih dasar perhitungan bisa berujung pada kezaliman terhadap salah satu pihak. Dan lebih parah lagi, bisa jadi kita merasa usaha ini untung… padahal sebenarnya sedang rugi.

Jangan sampai niat baik membangun usaha bersama justru menjadi sumber konflik karena kesalahan perhitungan.

Solusinya?
Gunakan cara yang simpel, tepat, dan syar’i:
Berlangganan software Jurnal.Maliya!
Dengan fitur perhitungan bagi hasil otomatis dan akurat, Anda tidak hanya menjaga keadilan, tapi juga ketenangan hati.

Kini saatnya Anda #UsahaTanpaRagu dan pastikan keadilan bagi semua pihak.


Yuk, mulai hari ini catat dan hitung dengan benar.
[Berlangganan Sekarang Jurnal.Maliya]